KIM PRODO MAKMUR. Muhammad Ilyas, seorang driver ambulance yang penuh semangat dan dedikasi, membuka lebar pintu rumahnya saat ditemui koresponden media ini, di Kampung Kesetiakawan Sosial Margo Utomo Dusun Jetis Desa Prodo untuk berbagi cerita tentang kehidupannya, ia menunjukkan komitmen kuat dalam melayani masyarakat.
"Menjadi driver ambulance sebenarnya bukan hanya sekedar pekerjaan, tapi panggilan jiwa untuk membantu orang lain," ungkap Muhammad Ilyas dengan senyum hangat mengawali ngobras ngobrol santai. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial, seperti Dzikrul Ghofilin dan Maulid Habsyi, anggota Banser, Linmas, anggota GMPK serta relawan FPRB Desa Prodo yang semakin memperkaya pengalaman dan pengetahuannya.
Di samping kesibukannya sebagai driver ambulance, Muhammad Ilyas yang biasa di panggil Abi Datok ini juga menjalin hubungan yang erat dengan keluarga dan masyarakat sekitar. "Saya memiliki dua anak dan satu cucu, mereka adalah sumber inspirasi terbesar dalam hidup saya," tambahnya dengan bangga.
Namun, siapa sangka bahwa dibalik kesibukannya, Muhammad Ilyas juga memiliki hobi menyanyi lagu dangdut? "Saya suka nyanyi dangdut karena bisa menghilangkan stres dan membuat saya lebih rileks," katanya dengan tawa.
Kemampuan Muhammad Ilyas dalam bergaul juga patut diacungi jempol. Ia dikenal supel dan mudah akrab dengan orang-orang di sekitarnya, sehingga membuatnya disukai banyak orang. "Saya percaya bahwa hubungan yang baik dengan masyarakat adalah kunci untuk menjadi lebih efektif dalam membantu orang lain," ujarnya.
Dalam menjalankan tugasnya sebagai driver ambulance, Muhammad Ilyas telah menghadapi banyak tantangan dan pengalaman yang berharga. "Saya pernah mengalami situasi darurat yang sangat sulit, tapi saya selalu berusaha untuk tetap tenang dan profesional," katanya dengan penuh percaya diri.
Melalui wawancara ini, kita dapat melihat bagaimana Muhammad Ilyas menjalani hidupnya dengan penuh semangat dan dedikasi, tidak hanya sebagai driver ambulance, tapi juga sebagai anggota masyarakat yang peduli dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Dengan kesederhanaan dan ketulusannya, ia menjadi contoh bagi kita semua untuk menjadi lebih baik dan lebih peduli terhadap orang lain.
Muhammad Ilyas juga berbagi tentang pengalaman yang paling berkesan dalam karirnya sebagai driver ambulance. "Saya pernah membantu pasien yang agak kritis dan berhasil menyelamatkan. Saat itu, saya merasa sangat bahagia dan puas karena telah melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain," katanya dengan senyum lebar.
Dengan cerita dan pengalaman yang dibagikan, kita dapat melihat bahwa Muhammad Ilyas adalah sosok yang luar biasa, tidak hanya sebagai driver ambulance, tapi juga sebagai manusia yang peduli dan berdedikasi. Ia menjadi inspirasi bagi kita semua untuk menjadi lebih baik dan lebih peduli terhadap orang lain. (luthfi/ruf)